Nick menatap Tania yang sedang duduk termenung, wajahnya terlihat sedikit cemberut. “Hey… kenapa muka kamu manyun gitu?” tanyanya sambil berdiri di depan Tania, kedua tangan masuk ke saku celana trainingnya dengan santai. Tania tersentak, buru-buru mendongak menatap suaminya. “Udah selesai?” tanyanya, memilih mengabaikan pertanyaan Nick. Nick mengangguk pelan. “Udah,” jawabnya singkat, lalu melirik arloji di pergelangan tangan. “Eh, udah jam makan siang. Yuk, kita keluar cari makan.” Tania menghela napas kecil, lalu tersenyum tipis. “Tapi jangan western ya… aku lagi pengen yang lokal aja,” ucapnya dengan nada manja. Nick mengangkat alis, seolah mendapat ide. “Gimana kalau kita makan di warung Buk Tia? Tempat nongkrong favorit kamu dulu.” Mata Tania langsung berbinar, senyum lebarnya

