Salah Pilih Rival

1155 Kata

Bandara Soekarno-Hatta masih sibuk meski malam sudah larut. Lalu-lalang penumpang, suara pengumuman dari pengeras suara, dan aroma kopi dari gerai di sudut terminal bercampur jadi satu. Nick berdiri di area kedatangan, matanya tak lepas dari pintu kaca otomatis. Begitu sosok Tania muncul bersama Captain Armand, langkahnya refleks maju. “Tania!” panggil Nick, nada suaranya penuh lega. Tania menoleh, wajahnya masih menyimpan sisa tegang, tapi begitu melihat Nick, senyum tipis akhirnya muncul. Captain Armand sempat menepuk bahu Nick singkat, lalu pamit ke arah crew room, meninggalkan mereka berdua. Nick menjemput Tania dengan tatapan penuh khawatir. “Kamu nggak apa-apa?” tanyanya cepat. Tania mengangguk, meski jelas lelah. “I’m fine. Cuma… masih agak gemetar.” Tanpa banyak kata, Nick mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN