Chapter 32

744 Kata

Aurel keluar dari kamar mandi di sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk. Pakaian rumah membalut tubuhnya yang kecil itu. Ia duduk di meja rias kecil, memakai bedak dan pelembab bibir yang tudak berwarna. Gadis itu berdecak melihat Arya yang masih tidur dengan posisi yang sudah berubah di kasur bawah. Menggerakkan dengan kasar b****g cowok itu menggunakan kakinya. "Heh, heh, bangun lo!" serunya, masih belum berhenti membangunkan saudaranya itu. Arya hanya bergeliat dan bergumam sebagai bentuk ketidaknyamanannya. Merasa usahanya itu sia-sia, Aurel akhirnya menarik paksa Arya sampai lelaki itu terduduk walaupun matanya masih tertutup. "Gue balik lo belom bangun, awas aja lo! Gak gue izinin masuk kamar ini," peringatnya dan keluar bersama handuk di tangan. Selain karena rambutnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN