"Bodo amat gue nggak peduli." Syabila menjulurkan lidahnya pada Dion yang kini sibuk dengan stick PS. Perempuan itu membuang asal stick yang semula dipegangnya, lalu menarik Aurel menuju dapur rumahnya. Syabila terus saja merutuki Dion. Kesal sendiri karena berulang kali kalah dari cowok itu. Padahal yang dimainkan mereka hanyalah permainan sepak bola dan berkelahi. "Lagian udah tau anaknya jago main PS, masih aja dinantangin." Aurel menggeleng-gelengkan kepalanya, tetapi tetap tertawa juga. "Btw, itu yang kemarin nembak lo?" tanya Aurel. Syabila yang membelakanginya mengangguk. "Kalian masih chat-an?" tanya Aurel lagi. Syabila mengangguk lagi. "Masih. Point plusnya, walaupun udah gue tolak, chat kita nggak garing. Dia juga keliatan banget usahanya buat dapetin hati gue." "Teru

