Chapter 38

1043 Kata

Hari ini Syabila sengaja menyuruh Aurel tidak perlu menunggunya selesai menjalankan tugas piket kelas. Lagi pula teman barunya itu hampir setiap hari menemaninya. Ia merasa tidak enak sendiri. Setelah selesai mengepel, salah seorang temannya yang menjadi sie humas langsung menutup dan mengunci kelas. Lantas mereka bersama-sama berjalan keluar dari gedung sekolah. Dari jauh, Syabila bisa melihat Verel. Lelaki itu tengah duduk sendiri di pinggi lapangan dengan motor yang terparkir di depannya. Mata dan tangan sibuk bermain ponsel. Syabila berpindah dari posisinya dari kiri ke kanan, dan berjalan agak hati-hati di samling temanny agar tidak kelihatan cowok itu. Sayangnya ketika hampir melewati tempat Verel, lelaki itu malah mencegatnya. Seolah tahu kalau rombongan itu adalah milik kelas s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN