Chapter 37

1077 Kata

"Gue duluan!" pamit Dion pada beberapa laki-laki yang masih bermain basket di lapangan. Bisa dibilang jarak rumah Dion adalah yang paling jauh dari sekolah jika dibandingkan dengan Aurel dan Syabila. Maka dari itu juga ia menjadi lapar di perjalanan sehingga nemutuskan untuk mampir sebentar di warung yang bisa dibilang sudah menjadi langganannya. Dion memberhentikan motornya di lahan parkir yang cuna sepetak. Lalu membuka helm sembari berjalan masuk ke dalam ruangan bertembok yang tidak terlalu besar itu. "Buk, yang biasa, ya, " katanya begitu masuk pada si wanita paruh baya dengan jilbab hijau muda. "Sambalnya dibanyakin?" tanya wanita itu yang sudah hafal dengan pesanan Dion. "Iya, Bu. Sama es teh, tapi es-nya dikit aja," ucap Dion lagi. Lelaki itu mengedarkan pandangan dan bers

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN