Chapter 36

1112 Kata

Aurel sudah rapi di kamarnya. Padahal masih ada sisa waktu dua puluh menit dari janji mereka–ia dan Alfi. Bukannya bahagia, Aurel. malah dibuat makin gelisah. Walaupun ia sudah siap dan tengah menunggu Alfi, tidak bisa dipungkiri kalau perasaan cemas menghantuinya. Sebah ia takut jika Alfi hanya sengaja berkata demikian dan tidak jadi datang. Meskipun selama ini ia tahu kalau pacarnya bukan tipe cowok seperti itu dan tidak pernah berbuat demikian. Gadis itu sekali lagi memeriksa diri di cermin. Tidak ingin tampil jelek di depan si most wanted sekolah yang sampai sekarang masih tidak bisa percaya kalau lelaki itu menjadi kekasihnya. Padahal Aurel hanyalah murid biasa yang tidak terlalu populer di sekolahnya. Suara mesin mobil dari luar membuat Aurel menyambar tas di tempat tidur dan kelua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN