Aurel menatap riwayat percakapannya dengan kekasih hatinya yang tak lain adalah Alfi. Pesan terakhir yang dikirim Alfi itu kemarin malam, memberi tahu bahwa ia sudah sampai rumah dan mengingatkan Aurel agar jangan tidur terlalu larut. Membaca ulang percakapan mereka sebentar dan merefresh kembali aplikasi warna hijau itu. Hasilnya tetap sama seperti sebelum-sebelumnya, tidak ada satu pun pesan balasan dari Alfi. Aurel juga tadi sempat meneleponnya tetapi panggilan itu tidak diangkat. Mendesah dan menjatuhkan kepala di atas meja. Posisi kepalanya menghadap ke samping kanan dengan ponsel yang masih menyala tepat di wajahnya. Dion yang duduk di samping gadis itu yang semula sedang asik bermain game cacing, sekilas menoleh karena desahan panjang Aurel. "Kenapa lo?" tanya Dion yang kini ke

