"Rel lo lagi ada masalah, ya? Atau lagi ada yang dipikirin?" tanya Syabila ketika ia, Aurel, dan Dion berjalan di koridor sekolah. Pemberitahuan pulang sekolah telah diberitahukan dari lima belas menit lalu, tetapi mereka sempat menunggu Dion yang masih menjalankan tugas piket kelas dengan enggan. Lelaki itu memang seringkali bolos absen untuk membersihkan kelasnya. "Ada." Wajah Syabila berubah serius ketika mendengar perkataan Aurel. "Drakor." Syabila berdecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dasar. Eh bentar ya, ke ke toilet dulu." Selepas kepergian Syabila ke kamar mandi yang ada di sekitaran situ, Aurel dan Dion juga memberhentikan langkah mereka berniat akan menunggu gadis satu itu. Saat inilah Dion berani menyuarakan dugaannya. Tetapi ia lebih dulu menatap Aurel lama sampai me

