Aurel berbalik pergi ketika matanya bersitatap dengan pria yang kemarin mengejarnya keluar dari rumah sakit. Meninggalkan Syabila yang sedang sibuk memilih nasi kuning dalam mika yang disusun rapi di atas meja. Aurel berjalan tanpa tahu arah dan berakhir di ruang teater. Masuk ke dalam setelah menanggalkan sepatunya. Duduk di salah satu bangku dan pikirannya mulai berlalang buana. Aurel memang butuh penjelasan. Tetapi kali ini ia tidak ingin dikejar lagi sebab terlalu muak. Dan ia sendiri tidak tahu lelaki yang barusan dilihatnya di kantin dengan tatapan bersalah itu siapa. Gadis itu menarik napas panjang. Berusaha menghabiskan jam istirahat kedua ini dengan memikirkan ulang urutan kejadan kemarin samapi ia berhasil memahaminya. Menyadari kalau di beberapa kesempatan, Alfi yang ada di

