Chapter 43

1190 Kata

Seorang wanita yang tidak tampak sudah lumayan berumur mendekati gadis berseragam SMA yang tampaknya masih berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. "Aurel," tegur wanita itu. Aurel mendongak. Sudah menduga kalau itu adalah orang yang tadi berbicara dengannya lewat sambungan telepon. Gadis itu hendak berdiri, tetapi wanita itu mendudukannya kembali dan iku bergabung dengannya. "Ma-maaf, Tante." Hanya itu yang bisa Aurel suarakan di depan Ibu Alfi. Rasa bersalah yang sedari tadi dirasakannya semakin besar kala melihat perempuan di depannya yang malah tersenyum seolah menenangkannya. "Kamu pasti kaget banget," ucap si wanita yang akhirnya Aurel ketahui bernama Niken sembari mengelus pundak gadis itu. Matanya menangkap jaket di pangkuan Aurel dan bercak-bercak darah yang sudah mengering

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN