40.Kekuatan Doa

3009 Kata

Aku tak pernah menyangka kalo aku harus duduk terpakur di depan pusara Farah dan suaminya secepat ini.Aku berharap ini semua mimpi,ini Cuma setting sedih sebuah film drama yang aka nada orang berteriak Cut!!,lalu semua hidup kembali.Tapi ini semua kenyataan. Masih aku ingat benar gimana aku dan papa setengah berlarian menghampiri Rey yang tergeletak berlumuran darah juga di ruang UGD yang terlihat hiruk pikuk. “Rey….”tegur papa mengguncang bahu Rey. Rey membuka matanya lemah. “Pah….Yang….”desisnya padaku dan papa. Aku sudah menangis memeluk tubuh Rey yang bajunya berlumuran darah. “Aku ga apa……”desisnya mengusap rambutku. Papa menghela nafas. “Keluarganya?”tegur dokter mendekat. Aku dan papa perlahan bangkit. “Kamu istirahat dulu ya!!”pamit papa. Rey mengangguk lalu memejamkan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN