Tangan Qanesa tak sedikitpun menjauh dari lengan Dean. Gadis itu sangat ketakutan setelah bertemu dengan suaminya. Tadi siang, dia menyempatkan diri pulang ke rumah orangtuanya yang selama ini kosong. Jeje—adik Qanesa yang sebelumnya meninggali rumah terpaksa pindah sementara untuk melanjutkan studi di Bali. Awalnya Qanesa ingin tinggal di rumah orangtuanya itu. Dia tak enak terlalu lama merepotkan Dean dan Jema. Namun, sepertinya dia sedang apes karena sesampainya di rumah dia mendapati Dana. Beruntung Qanesa bisa melarikan diri, jadi tak ada luka lagi yang ditimbulkan suaminya. “Masih takut?” Perlahan Qanesa mendongak lalu tersenyum tipis ke lelaki yang menolongnya itu. Qanesa mengeratkan genggamannya lalu berjalan mengikuti Dean. Dean melihat ke meja paling pojok di mana sahabat-sah

