“Kemarin habis baikan kok sekarang malah cemberut?” Kalimat itu Dean dapat ketika menginjakkan kaki di dapur. Dia menatap Qanesa yang sibuk membelakanginya dan lebih perhatian ke masakan. Dia lalu mendekat untuk melihat apa yang membuat Qanesa tak menatapnya itu. “Masak nasi goreng,” gumamnya saat melihat nasi berwarna kemerahan itu. Qanesa mendongak dan terkekeh melihat wajah Dean yang tak bersahabat itu. “Senyum dong. Pagi-pagi udah cemberut aja.” “Hmm,” Dean hanya menarik bibirnya menjadi segaris. “Kemarin udah baikan kan sama Audrey?” Qanesa mengajukan pertanyaan sambil mencengkeram spatula. Semalam dia mendengar cerita tentang Audrey dari Jema. Mulai dari pekerjaan gadis itu, kehidupan sosial gadis itu, hingga satu fakta kalau ternyata Dean dan Audrey teman satu kampus. Satu yan

