Tidak ada kata baik-baik saja dalam perpisahan. Apalagi luka yang tak terlihat sudah mengartikan bila kau dan aku harus bersatu untuk mengobatinya. "Ya, halo." "Saraaaaahhh, di mana lo? Balik gawe kita ngumpul yuk. Ada yang mau gue tanya-tanya nih sama seorang istri kayak lo." Gerakan tangan Sarah yang sedang mengorek sesuatu di bawah kursi mobilnya terhenti. Tiba-tiba mendapatkan telepon dari Eva, sahabatnya itu, sampai mendengarkan ucapan darinya membuat Sarah penasaran. Ada apa dengan Eva? Mengapa tiba-tiba dia tertarik dengan status seorang istri? Apa mungkin perempuan ini ingin menikah? "Va, jangan bilang kekasih bayangan lo itu akhirnya mau nikahin lo?" tanya Sarah bersemangat. "Akh, ngeselin lo, Sar. Enak aja dia kekasih bayangan. Dia ada kok. Lo aja yang nggak pernah

