Tetaplah diam, dan percayalah. Bila badai pasti memiliki usai. Ketika sampai di tempat yang sudah Sarah janjikan dengan teman-temannya, Sarah melirik Lian yang menatapnya dengan ekspresi berbeda. "Kamu ngumpul di sini lagi?" "Kenapa? Yang ngatur tempat juga bukan aku. Lagian kan tempat ini jaraknya nggak begitu jauh dari rumah kita semua." jawab Sarah santai. Dia menggeser kaca spion tengah mobilnya agar terarah kepadanya, kemudian mengoleskan kembali perona bibir merah menyala miliknya. "Ngapain sih kamu pakai dandan? Udah malem gini juga. Nggak akan ada yang perhatiin." protes Lian mulai menunjukkan ketidak sukaannya. "Tumben kamu komentar sama apa yang aku pakai. Biasanya juga diem aja." "Aku risih aja lihatnya. Ngumpul sama teman-teman kamu pakai dandan secantik ini. Semala

