Setelah istirahat yang cukup, Jeani berniat mandi dan dia sudah membawa handuk serta pakaian ganti ke kamar mandi saat dia melihat Dewi baru keluar dari dalam kamar Andien. “Sudah bangun, Jean,” sapa Dewi. “Sudah, Andien sudah mandi, Mah?” “Sudah. Kalau sudah selesai mandi langsung ke ruang makan, ya Jean.” “Ya.” Jeani berharap setelah kejutan yang diberikan Andien padanya tidak ada kejutan kedua yang membuatnya tiba-tiba menjadi orang asing. Di ruang makan, Andi dan Dewi sudah menunggunya tetapi Andien tidak terlihat hingga Jeani mengira kalau Andien masih marah atas sikap orang tuanya. “Andien kemana, Mah?” “Itu, sedang terima telepon. Gak tahu telepon dari siapa tapi dari wajahnya terlihat berseri,” bisik Dewi. “Oh.” Siapa pun yang sedang menelepon Andien sudah pasti orang ya

