Jeani mengenal Andien dan tidak mungkin Andien menerima perintah orang tuanya begitu saja apalagi harus menikah dengan lelaki yang tidak dia kenal. “Kenapa kau terima usul Papa?” “Karena aku berharap tidak membuat papa dan mama malu karena ulahku.” “Kau tidak berpikir kalau masa depan kalian dipertaruhkan? Bagaimana kalau lelaki yang dibayar papa tidak mau melepaskanmu?” “Aku tidak tahu Jean. Aku tidak bisa berpikir jernih!” teriak Andien. “Maafkan aku. Tidak seharusnya aku mendesakmu karena yang punya usul tersebut adalah Papa. Aku akan bicara dengan papa nanti,” kata Jeani mengalah. “Kau tahu mengapa aku bersikeras menjemputmu? Aku ingin kau mendengarku sebelum mama dan papa menyuruhmu membujukku,” bisik Andien. “Aku tahu. Kau tenanglah, aku akan membujuk papa agar tidak memaksam

