Amnesia akut

1280 Kata

Jeani membawa mobilnya dengan isi kepala yang masih dipenuhi tanda tanya dan belum lagi mendapatkan jawaban seperti yang dia inginkan, suara nada panggil dari ponselnya membuat pikirannya bercabang dab dia melihat ada nama Rizal di layar ponselnya. “Ya, halo.” “Temui aku di mini market depan, ya. Aku tunggu kamu di sini!” “Mini market mana?” “Mini market pertama setelah pertokoan tadi. Kamu masuk ke dalam aja. Di sini ada tempat makan lesehannya, kok.” “Mas, sebenarnya ada apa-an, sih. Dan kenapa aku lihat Pak Iyan tadi menyapa pemilik mobil yang nguntit tadi.” “Makanya kamu kesini. Aku akan berusaha menjelaskan padamu. Oke!” “Ya, udah. Aku akan kesana!” Dengan suara kesal, Jeani menutup pembicaraan dan dia memilih mengikuti permintaan Rizal. “Awas aja kalau nanti gak ngomong apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN