Semua yang diinginkan oleh Andjani sudah disiapkan oleh orang tuanya. Mereka sangat bangga pada prestasi yang dimiliki oleh Andjani walaupun Andi lebih mengharapkan dia sekolah bisnis tetapi menjadi seorang pebisnis ternyata lebih disukai oleh Andien daripada Andjani. “Jean, pesawatnya jam berapa?” tanya Andi setelah Andjani mengeluarkan koper miliknya ke luar di ikuti oleh Dewi yang membawa tas dengan ukuran tidak terlalu besar. “Pesawatnya jam 10 siang, Yah,” jawab Andjani. “Hari ini ayah ada rapat di kantor, tidak masalah kalau kamu diantar ibu, kan?” “Gak masalah,” jawab Andjani. “Ayah ke kantor berangkat jam berapa? Apa perlu kami antar dulu?” tanya Dewi pada suaminya. “Kalau kalian mengantar ayah lebih dulu, yang ada kalian terlambat. Ayah bisa bawa mobil sendiri, kok,” jawab

