Pertemuan Andien dengan Rizal membuat hati gadis itu berbunga-bunga. Dia sangat beruntung menggantikan peran Andjani. Seandainya saja dia tidak pergi, Andien tidak tahu kapan dia bisa bertemu dan bicara lebih dekat dengan lelaki pujaannya. Bahkan bukan sekedar bicara, Rizal malah mengajaknya berdansa sementara tamu undangan menatap iri padanya. "Kamu kenapa, Ndien? Sejak pulang dari pestanya Deliana aku perhatikan kamu jadi aneh," tanya Andjani. "Sebenarnya gak ada yang aneh, sih. Hanya saja aku sangat beruntung bisa datang ke pesta tersebut," jawab Andien. "Beruntung? Untungnya dimana?" "Menurutmu?" Andjani menarik nafas. Dia sudah tahu jenis keuntungan apa yang dimaksud adik kembarnya. "Siapa, dia?" tanya Andjani. "Rizal. Dia, cowok yang bikin semuanya gak masuk akal," ja

