Jeani menutup teleponnya dan dia tahu apa yang akan dia dengar dari orang tuanya tentang isi pembicaraannya dengan Rizal. “Papa tidak pernah mendengar Rizal bicara seperti itu pada siapa pun. Selama ini papa melihatnya sebagai lelaki yang kaku dan tidak banyak basa basi,” decak Andi. “Aku tidak tahu biasanya dia seperti apa karena sejak kami bertemu di rumah sakit dulu, dia sudah seperti itu walaupun lebih besar sifatnya yang jutek dan ngeselin, jaawb Jeani. “Lalu kenapa kamu menolak bertemu di tempatnya? Bukankah dengan datang ke tempatnya kau bisa lebih leluasa sekaligus bisa mengira-ngira bagaimana dia sebenarnya dan mengapa sikapnya terhadap Andien sangat berbeda,” tanya Andi kembali. “Aku berpikir kalau menerimanya begitu saja, dia pasti bisa menduga bahwa keinginanku bertemu ka

