Keesokan harinya, keadaan di rumah Andi Subrata sama seperti biasanya. Tidak ada yang aneh bahkan Andien yang semalam kehilangan kendali hari ini terlihat baik-baik saja dan keadaan tersebut membuat Jeani mengerutkan keningnya. Jeani yang baru saja menuruni tangga melihat Andien sudah rapi seolah dia berniat pergi. “Hari ini kamu masuk kerja, Ndien?” sapa Jeani. “Iya. Kamu sendiri hari ini mau kemana?” “Aku mau mendaftarkan diri karena aku kan sudah selesai tugas terus udah punya sertifikat kompetensi juga punya kualifikasi yang udah diakui secara hukum tentang profesiku sebagai dokter,” jawab Jeani. “Lama?” “Belum tahu, memangnya kenapa?” “Tidak apa-apa. Maksudku kalau lama berarti kamu gak bisa mampir ke kantor.” “Aku mungkin mampir tetapi sekedar mampir saja. Apa kamu ada janji

