Dari jarak jauh, Rizal membuka kunci mobil tetapi Jeani seperti tidak memiliki keinginan untuk masuk sampai lelaki itu tiba. “Kenapa tidak langsung masuk?” “Aku masih ada kepentingan lain. Terima kasih untuk bajunya.” “Jadi?” “Jadi kau tidak perlu mengantarku. Tidak jauh dari sini ada mall dan aku berniat kesana.” “Tidak masalah, aku akan mengantarmu sekalian jalan daripada kau naik taxi sedangkan jaraknya nanggung.” Jeani memandang keluar dan dia membenarkan ucapan Rizal. “Ayo!” “Okay.” Bukan perjalanan jarak jauh yang membuat mereka bisa bicara banyak seperti sebelumnya tetapi waktu tempuh menjadi lebih lama ketika lalu lintas tidak bisa dilalui akibat kemacetan yang terjadi. “Di Jakarta berapa lama?” “Hah?” Rizal seperti tidak sabar ketika dia mulai menjelaskan maksud dari

