Jeani dan Rizal seolah lupa waktu. Mereka terus bicara tentang pertemuan mereka di angkot dan juga tentang pencarian Rizal. “Aneh kamu, Mas. Kamu itu lelaki produk unggul tapi kamu mencari wanita seperti aku. Memangnya apa, sih yang menarik dariku? Cantik, standard, pintar? Banyak perempuan yang lebih pintar dariku. Kaya? Kekayaan yang dimiliki keluargaku tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu, Mas.” “Kamu tidak menjadi orang lain, Jean. Sejak aku bertemu denganmu sampai sekarang, kamu selalu bicara apa adanya. Tidak berusaha mencari alasan agar orang menyukaimu.” “Bisa saja kalau aku melakukannya secara sengaja, kan?” “Tidak. Kalau kamu sengaja melakukannya, tidak mungkin kamu bisa bicara dengan bebasnya tanpa ada yang dipikirkan lebih dulu.” “Kamu salah, Mas. Tidak mungkin aku bic

