"Kamu seperti angin, yang datang untuk menyejukanku dan pergi tanpa permisi." _________________ Pukul enam tepat Nada keluar dari rumahnya, ia sudah mengenakan seragam sekolah lengkap dengan bekal yang dibawanya setiap hari. Gadis itu kembali mengayuh sepedanya setelah beberapa waktu sempat ditinggal lantaran menaiki motor Zada, tapi pagi ini ia punya tekad kuat untuk tidak berangkat bersama remaja itu. Sejak semalam, Nada juga tak menghidupkan ponselnya. Ia jelas tahu Zada pasti akan menghubunginya, ia merasa lebih baik seperti itu, sama seperti dulu ketika mereka tak saling peduli. Untunglah semalam saat Nada sampai di rumah, mobil sewaan ayahnya tak ada yang artinya Aji tengah pergi. Jadi Nada tak harus memberi alasan kenapa wajahnya sampai sembab. Ia terus mengayuh s

