Jika esok tak lagi petang, kuharap lengkunganmu lekas datang. *** Hal menyenangkan yang bisa Zada tangkap hari ini adalah Nada yang kembali duduk di kursinya semula, gadis itu tak lagi duduk di kursi Erlangga, meski senang tapi Zada memilih diam dan mengamanti saja, toh melihatnya tersenyum saat bercerita dengan Thalita yang duduk di depannya sudah membuat Zada lumayan lega. Senyum gadis itu sudah kembali setelah beberapa waktu memilih beristirahat. Zada membuka bukunya tepat pada kertas bagian belakang, ia menuliskan sesuatu di sana. Samar, Aku tak bisa mendengar. Sunyi, Aku diam dan meresapi. Hambar, Entahlah, sepertinya butuh penawar. Ia yang pandai sembunyi Pandai menipu Pandai dalam segala kebohongan Tapi, tidak lagi. Sekarang semua telah terbongkar, Apa yang ia miliki

