Bagian 53.

1158 Kata

Jadilah air sungai, ia yang terus mengalir meski banyak bebatuan atau rintangan lain yang menghadangnya. *** Lima belas menit Nada termenung melihat benda yang lama tak disentuhnya, satu-satunya kenangan dari rumah lama yang ia miliki; piano. Namun, kali ini bukan piano di rumah yang sedang ia tatap selama itu, melainkan piano sekolah di ruang musik dengan letak masih sama seperti terakhir kali ia masuk ke sana. Entah alasan apa yang membuat Zada mengajaknya masuk ke sana setelah bel pulang sekolah berteriak nyaring, bahkan berlari dengan tergesa agar orang lain tak perlu tahu. Mungkin Zada butuh hiburan. Nada menoleh pada Zada sekilas, tapi remaja itu justru mengangkat satu alisnya. "Bukannya itu mimpi kamu, Nad?" tanya Zada mengingatkan. Nada melihat lagi ke arah piano. Iya, ini m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN