Saat dalam perjalanan pulang menuju kantor, Lusi terus saja memandangi wajah David dari samping. Lusi khawatir kalau saja mungkin David sakit hati dan marah atas tindakan yang dilakukan oleh sang papa kepada suaminya tadi. “Sayang, kamu ini kenapa sih? Kenapa kamu mandangin aku kaya gitu dari tadi? Aku perhatikan kamu juga ngak senyum mandangin aku nya loh dari tadi? Kenapa sih? Kamu marah sama aku? Kamu ngambek ya? Aku berbuat salah ya?” Lusi masih saja diam tidak memberikan jawaban apa-apa kepada David meskipun suaminya itu sudah menghujaninya dengan banyak pertanyaan. “Heh, ditanya suaminya ko ngak jawab si?” kata David lagi. “Iya aku merasa ngak enak aja sama kamu atas sikap papa ke kamu tadi.” Akhirnya Lusi mau membuka mulutnya dan menjawab pertanyaan dari sang suami. “Enggak apa

