Pertunangan

1074 Kata

Beberapa hari ini, Alaric dengan sabarnya menemani Eleanor yang masih juga belum sadar diri. Alaric, bahkan selalu mengajak Eleanor bicara meski tidak ada jawaban, Alaric yakin jika Eleanor akan cepat membuka matanya. Seperti saat ini Alaric membawa tangan Eleanor ke dalam genggamannya dan menciumnya lembut. “Cepatlah bangun, El. Apa kau tidak ingin melihatku?” Tiba-tiba saja pintu ruang rawat inap Eleanor terbuka dan beberapa orang masuk, tentu saja itu membuat Alaric kaget. “Tuan muda, kami di perintahkan oleh tuan besar untuk membawa anda pulang,” ucap salah satu dari mereka. Alaric berdiri, menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajamnya, “Tidak! Aku tidak akan pulang dan bilang kepadanya aku tidak akan kembali ke rumah itu.” “Maaf, tuan muda. Jika tuan muda tidak menurut maka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN