Di tengah kegelapan tanpa cahaya sama sekali, ruangan yang lembab serta hawa dingin yang menusuk tubuhnya. Alaric sudah terkurung dua hari tanpa minum dan makan, bahkan tidak ada jendela untuk udara masuk, ia benar-benar diperlakukan seperti bukan manusia oleh ayahnya sendiri. Dengan kedua tangan dan kakinya yang terikat, Alaric hanya bisa duduk terdiam lemah dengan keadaan tubuhnya yang sudah kotor. Perlakuan ini bukanlah untuk pertama kalinya, sejak kecil ia sudah terbiasa dengan ruangan ini jika tidak menurut atau bahkan hanya melakukan kesalahan yang sepele. Baginya ini bukanlah apa-apa namun cukup membuat mentalnya terluka, terkadang ia harus pergi ke dokter atau meminum obat penenang tanpa sepengetahuan ayahnya. Suara pintu berderit tiba-tiba terdengar, ada sedikit cahaya masuk s

