80 H: 02 M: 13 S
AFTER THE ABDUCTION
KEEP STRONG WITH L-ME
.
.
.
.
____________________________
"Biarkan aku melakukannya, aku mohon." Jeon-gu memohon lirih.
Kini Jeon-gu berada dalam sebuah ruangan dengan cahaya remang. Ia terduduk lemas di sebuah tempat tidur rusak. Kondisinya belum benar-benar pulih. Ia lelah, pula .., entah berapa kali dibuat tertidur oleh sang penculik.
Terlihat tangannya kini terpasang plester karena jarum infus yang ia terima di hari sebelumnya. Matanya masih tertutup kain hitam. Sebenarnya beberapa bagian tubuhnya terdapat luka lebam. Akibat terjatuh karena ia pingsan beberapa hari lalu.
Si penculik mengenakan jaket tebal, topi hitam, duduk di hadapan Jeon-gu. Sambil menyuapi, terlihat matanya menatap sang tawanan dingin.
Jeon-gu pun memaksakan diri untuk makan. walaupun sebenarnya, ia tidak ingin karena lidahnya yang terasa pahit dan tenggorokannya yang sakit. Namun, ia sadat betul jika dirinya butuh tenaga kalau saja suatu saat ada kesempatan untuknya bisa melarikan diri. Hanya itu yang ada di dalam pikirannya, menanti kesempatan melarikan diri.
***
Member BTL bersiap untuk acara jumpa fans hari ini. Mereka akan bertemu dengan fans mereka yang diberi nama L-ME atau light Me, harapan mereka agar bisa terus bersinar bersama penggemar. Semua member kali ini benar-benar berada dalam tekanan. Bukan hanya tekanan karena kasus penculikan Jeon-gu. Tapi, juga karena Manager Kim yang terus mengomel. Pasalnya kejadian saat mereka. di SMU d wanita minhwa menjadi pembicaraan paling banyak dicari di internet. Tentu saja itu menjadi kehebohan tersendiri. Pasalnya BTL kini tengah naik daun, dan yang pasti di balik banyaknya dukungan, akan banyak pula yang menanti kehancuran mereka. Itu yang dipikirkan sang manajer hingga merasa kesal dengan apa yang terjadi. Ia cemas jika image boyband yang dipegangnya menjadi buruk.
Saat ini mereka sedang berada di backstage gedung kesenian korea. Tae membantu Yunki memasangkan Softlens. Sementara Jimmy, Heosok, Seojin dan Namjun sedang duduk dengan wajah yang terlihat sedih dan lelah.
Yunki dan Tae menatap keempat sahabatnya itu dari kaca di depan mereka. Keduanya kemudian saling tatap dan hela napas. Jelas sekali, mereka juga merasakan hal yang sama dengan yang lain.
"Kita harus tunjukkan yang terbaik untuk L-ME," ucap Namjun mencoba menyemangati.
"Iya, aku yakin Jeon-gu juga ingin kita melakukan yang terbaik untuk L-ME hari ini," tambah Seojun berharap semuanya bisa kembali bersemangat.
Jimmy mengangguk membenarkan ucapan kedua member tertua BTL.
"Memangnya Jeon-gu ke mana?" tanya seorang penata busana.
Mereka lupa jika ada orang lain di sana. Beruntung mereka tak terlalu banyak bicara tentang masalah ini.
"Ia sakit," jawab Heosok mencoba menutupi keadaan sebenarnya.
Penata busana itu mengangguk-anggukan kepalanya mendengar jawaban yang ia terima tanpa tau kebenarannya. Yaang lain hanya bisa saling bertatapan dan menghela nafas lega merasa terbebas dan aman karena tak dicurigai.
Sakit? Andai benar Jeon-gu sakit mungkin mereka akan merasa sedikit lebih tenang. Meski terdengar jahat tapi, itu lebih baik karena mereka bisa melihatnya. Kali ini mereka bahkan tak tau apakah Jeon-gu baik-baik saja atau tidak saat ini.
"Kalian siap? Maaf aku terlambat, aku harus menyelesaikan sesuatu. Aku juga harus pergi lagi setelah kalian naik panggung." asisten Choi memasuki ruangan dan menghampiri member BTL terlihat ia sangat terburu-buru nafasnya tersengal dan tubuhnya banyak berkeringat.
Namjun mengangguk memberi tanda Agra para member segera berdiri dan bersiap. "Baiklah, kajja," ajaknya meminta semua member keluar untuk segera menemui fans mereka.
Semua berdiri dan mengikuti Assisten Choi yang berjalan di depan mereka. Dari sini bisa terdengar riuhnya para penggemar yang tertawa atau bernyanyi. Saat melangkah ke luar Jimmy yang paling terlihat sedih. Melihat itu Seojin merangkul dari belakang.
"Jim, berusahalah ... jangan biarkan L-ME melihatmu seperti ini. Aku yakin kau bisa melakukannya. Tersenyumlah, setidaknya sampai acara ini selesai." Seojin mencoba menghibur dan menyemangati. Tentu saja ia juga merasakan hal yang sama. Hanya saja merasa bertanggung jawab sebagai member tertua membuat ia harus bisa menekan perasannya sendiri.
Jimmy coba mengatur perasannya dengan mengatur naoas baik-baik. Ia menghirup napas panjang, dan menghembuskan perlahan. "Baiklah hyeong, aku akan coba melakukannya."
Seojin tau itu tak mudah tapi, ia senang karena Jimmy sudah mau berusaha. Seojin lalu mengacak-cacak rambut perak Jimmy. Si rambut perak itu coba tersenyum meski hatinya ternyata tetap saja merasa khawatir.
Sementara di ruang jumpa fans. Para L-ME sudah menunggu idola mereka dengan memegang aneka pernak-pernik yang mewakili member yang mereka sukai. Juga teriakan panggilan mereka menggema meneriakkan nama bias mereka masing-masing. Tentu saja bagi para penggemar bertemu dengan idola mereka memacu rasa bahagia yang membuat mereka beruforia dengan memanggil, meneriaki nama idola masing-masing. Ruangan ramai ketika para member perlahan memasuki arena. Pertama-tama Seojin, lalu Yunki, Heosok, Namjun, jimmy dan Tae.
Suasana riuh saat member BTL memasuki ruangan. Seluruh Fans meneriaki nama bintang pujaan mereka. Bahkan diantara mereka ada yang meneteskan air mata hanya dengan menatap langkah kaki idola mereka. Tatapan pada penggemar seolah tak bisa lepas dari ke enam member itu.
***
Sementara di tempat lain penculik berjalan memasuki sebuah gudang tua. Ia berjalan ke lantai bawah yang terlihat seperti gudang tua.
Ia berjalan terus masuk ke dalam. Sampai di sebuah kamar. Di sana ia menyekap Jeon-gu. Ia membuka kenop pintu dan berjalan masuk menghampiri Jungkook yang tertidur.
Ia melemparkan sebuah plastik berisi sebuah pakaian ke arah Jeon-gu. Ia lalu berjalan mendekati si termuda dari BTL dan membuka kain penutup mata Jeon-gu dengan kasar.
Jeon-gu perlahan membuka matanya, berkedip beberapa kali karena kesulitan menangkap cahaya. Matanya terlalu lama di tutup hingga dalam ruang remang buat sulit beradaptasi. Tentu saja karena kedua matanya lama ditutup. Sehingga ia hanya bisa menatap kegelapan. Perlahan ia berhasil beradaptasi dengan cahaya di ruangan itu. Ia mengedarkan pandangannya ia menatap sekeliling. Ia kemudian menatap ke arah penculik yang saat ini mengenakan topeng dan pakaian serba hitam. Tentu saja Jeon-gu jelas tak bisa melihat wajah si penculik meski rasanya tangannya ingin bergerak menarik topeng itu dan melihat siapa bajiingan yang telah melakukan ini padanya.
Penculik kemudian menarik tangan Jeon-gu, sang korban melangkahkan kakinya dengan susah payah akibat tubuhnya yang terasa begitu lemas. Langkah kaki Jeon-gu terasa berat terlebih penculik menariknya dengan langkahnya yang cepat dan tarikan yang kuat.
Penculik membawa Jeon-gu ke sebuah kamar kecil. Lalu Ia membiarkan Jungkook membasuh wajahnya di wastafel yang gelap dan kotor. Lumut tumbuh di sana, bau ruangan lembab menyengat di antara lumut basah. Itu ruangan yang sangat tua entah berapa lama tak digunakan. Benar-benar bukan ruangan yang layak.
Jeon-gu melihat ke arah penculik yang sedang menodongkan sebuah pistol di kepalanya. Si maknae dari BTL itu bisa melihat bahwa pistol itu berisi peluru yang menempati tiap lubang di selongsongnya.
Dengan perasaan takut ia berpegangan di badan wastafel kemudian membasuh wajahnya. Ia memerhatikan wajahnya yang pucat. Lalu ia mencoba menyalakan kran air, takut jika itu tak berfungsi tentu saja. Ia sedikit lega bahkan ia sedikit tersenyum hanya karena melihat air yang mengalir. Jeon-gu kemudian berkumur, membasuh wajah kemudian Ia menepuk-nepuk pipinya dan menggosok bibirnya dengan jarinya. Pipi dan bibirnya perlahan kemerahan bukan karena riasan atau katenq aliran darah dari tubuh yang sehat. Namun, rona di wajahnya tercipta karena tepukan yang lumayan keras di wajah yang ia lakukan sendiri. Ia juga membasahi rambut mencoba membuat penampilannya lebih baik. Ia kemudian mengganti baju lamanya dengan pakaian yang di berikan si penculik.
Ia menarik nafas panjang. Kemudian menghembuskannya pelan mencoba meyakinkan pada dirinya bahwa ia kuat dan bisa melalui ini semua.
Penculik menarik Jeon-gu kemudian membawanya. Ke ruangan lain yang ada di sana. Jeon-gu duduk dan kembali menghadap kesebuah handycam . Sama seperti awal ia diculik. Penculik menodongkan pistolnya dari belakang kamera.
***
Jumpa fans berlangsung lancar meski sesekali terlihat Seojin dan jimmy yang tidak bisa menahan perasaan mereka. Seojin terlihat sesekali memperlihatkan wajah sedihnya. Dan Jimmy berulang kali menghela nafasnya untuk mengatur perasaannya.
Namjun dan Yunki sesekali sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Keduanya masih memikirkan kemungkinan penculik muncul di acara ini. Mereka menjadi sangat waspada. Keduanya seolah yakin jika penculik itu akan muncul di sini.
Di sisi lain Tae dan Heosok terlihat lebih tenang mereka terlihat lebih bisa mengatur perasaan mereka. Mereka beeusaha untuk lebih membaur dan menghibur fans untuk saat ini. Keduanya menciba untuk mencari perhatian para L-ME membuat suasananya lebih ceria dengan tingkah mereka berdua.
Clap!!
Tiba-tiba lampu di dalam ruangan itu mati. Semua berguman riuh. Begitu juga member BTL dan staf mereka tentu saja terkejut. Layar di depan mereka menyala. Terlihat Jeon-gu di sana. Semua member saling menatap.
"Anyeonghaseo L-ME!" sapa Jeon-gu sambil mengulaskan senyumnya. Ia kini mengenakan sweater putih. Sweater hitam lama miliknya telah diganti.
Semua L-ME tentu saja berteriak heboh. Melihat video itu. Semua ini jelas karena mereka senang karena bisa melihat Jeon-gu idola mereka di sana. Terlebih fans Jeon-gu. Mereka senang bisa melihat bias mereka meskipun sedikit banyak merasa sedih juga yang mereka ketahui kini bahwa Jeon-gu sedang sakit hingga tak bisa mengikuti acara hari ini. Sayang ... mereka tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Yunki berjalan perlahan mendekati Namjun, mata mereka saling beradu pandang. Entah apa yang mereka pikirkan.
"Aku meminta maaf, karena tidak bisa hadir bersama kalian. Karena ... kesehatanku." Jeon-gu menunjukkan tangannya yang di balut perban.
Terlihat wajah L-ME yang sedih bukan cuma mereka semua member tak kalah terkejut. Jimmy yang nyaris menitikkan air mata, Heosok merangkul Jimmy memberikan kekuatan. Mereka jelas husa menyaksikan jika Jeon-gu tak baik-baik saja mata member termuda itu terlihat cekung sekali.
"Aku berterima kasih, karena kalian terus ada bersama kami. Aku harap kalian tetap mendoakanku agar aku bisa secepatnya bersama kalian. Untuk, para Hyeong." ucapan Jeon-gu terhenti ia menunduk menahan perasaan juga mengatur emosinya.
"Terima kasih, aku benar-benar berterima kasih. Karena aku yakin kalian sulit selama beberapa hari ini. Maaf, maaf, maaf aku benar-benar meminta maaf karena merepotkan kalian" terdengar suara Jeon-gu bergetar menahan tangisnya.
Seojin dan Tae menghapus air mata yang menetes di pipi mereka. Mereka benar-benar terluka melihat member yang telah mereka anggap layaknya adik sendiri itu kini terlihat begitu menyedihkan.
Yunki menatap Namjun. "Apa kau berfikiran sama denganku?" tanyanya.
Sang leader mengangguk, itu membuat Yunki segera ingun beranjak dari ruangan. Namun, baru saja hendak melangkahkan kakinya tapi, Namjun menahan dengan memegang tangan si pucat. "Jangan sekarang Hyeong,"
"Aku yakin kalian akan bisa melakukannya Hyeong! Tidak perlu terlalu khawatir. Aku akan makan dengan baik dan ... untuk LME terima kasih!! Aku menyayangi kalian L-ME!!" Jeon-gu mengakhiri videonya dengan membentuk lambang cinta dengan kedua tangannya. Terlihat air mata di pipi Jeon-gu ketika video itu berakhir.
Semua L-ME berteriak menyemangati Jeon-gu berharap ia akan segera pulih dan bisa bergabung bersama dengan yang lain di fabsign selanjutnya.
Clap!
Video berhenti, lampu di sana padam total. Beberapa detik kemudian menyala kembali.
Clap!
Saat lampu dinyalakan di sana sudah tidak ada Namjun dan Yunki. Keduanya kini melakukan misi untuk mencari tau meyakinkan diri tentang apa yang mereka pikirkan.
Seojin, Jimmy, Tae dan Heosok saling bertatapan heran dan bingung kemana keduanya pergi?
"Apa mereka juga di culik?" tanya Jimmy panik.
"Andwe!" teriak Seojin panik.
***
.
.
.
.
Di sini aku akan berikan biodata dan latar belakang tentang orang yang dicurigai salah satu member. Atau yang mencurigakan .
(Yang di curigai oleh Tae)
♣possibility 1♣
Profil
(Anak SMA)
Nama : Cha Eun Soo
Lahir : Kanada 7 mei 2000
Pekerjaan : pelajar (tingkat 11)
Hobi : bermain piano (klasik), berenang
Golongan darah : O
Anak tunggal
Riwayat : lahir di Kanada dan tinggal di Kanada sampai berusia 8 tahun kemudian kembali dan tinggal di Korea.
Ayahnya adalah seorang pengacara ibunya adalah seorang guru seni.
Sering bekerja sebagai relawan di penampungan hewan.
Sangat menyukai musik klasik terutama shymphony no 9.
Selain musik klasik ia menyukai musik jazz, soul, tapi tidak menyukai musik pop atau elektro. Dan selalu menganggap itu sampah.
Setelah penampilan BTL terakhir kali. Ia memaki BTL, dan ia juga berkata tentang Jeon-gu yang menabraknya tapi tidak meminta maaf. Menurutnya itu tidak beretika. Sampai akhirnya ia bertengkar dengan sahabatnya yang seorang L-ME.
***
.
.
.
.
Note;
Kemanakah Rapmon dan Suga?
Nantikan Next Chapnya.