NO CLUE
STAY CALM
AND DOWN
(GIVE ME THE CLUE!!)
.
.
.
.
Clap!
Lampu di ruangan itu kembali mati, Semua orang orang terdengar memekik panik. Yunki dan Namjun terdiam beberapa detik untuk membiasakan mata mereka agar bisa melihat dalam gelap lebih baik.
Saat sedang berusaha membiasakan matanya dengan cahaya redup di ruangan Yunki merasakan tarikan di pakaian yang ia kenakan.
"Hyeong!"
Suara panggilan dari Namjun membuatnya sadar jika yang menarik pakaiannya adalah sang leader. Ia pun mengikuti arah tarikan tangan Namjun yang menuntunnya berjalan ke arah samping kiri panggung, kemudian berlari menuruni panggung segera berlari ke luar ruangan.
Clap!
Lampu kembali menyala saat mereka sudah berada di lorong. Saat itu Namjun dan Yunki sudah berlari melewati lorong menuju tangga darurat. Kemudian mereka naik keatas menuju ruang audio melalui tangga darurat.
"Di mana ruang siarannya?" tanya pria pucat itu sambil terus berlari menaiki anak tangga.
"Lantai dua hyeong, penculik itu pasti harus masuk ke sana kan? Untuk memutar video itu?"
Yunki mengangguk, pasti penculik harus ke ruang Audio visual untuk memutar videonya. Kemungkinan ia masih ada di sana, dan juga bisa saja Jeon-gu ada di sekitar gedung ini kan?
Akhirnya, Mereka sampai di lantai dua ke luar dari tangga darurat dan kembali berlari melalui lorong menuju ruang audio visual. Keduanya berlari seraya membaca penunjuk arah yang terletak di beberapa sisi pintu.
"Kau melihat ruangan sebelah kanan dan aku sebelah kiri," ucap Yunki memberi arahan.
Namjun mengangguk setelahnya mereka berjalan cepat sambil memperhatikan tulisan yang berada di tiap pintu. Napasnya terengah berharap bisa dengan cepat menemukan ruangan yang mereka cari.
Harapan mereka tinggi agar bisa menemukan Jeon-gu dan segera membawanya kembali ke dorm. Tentu saja itu bukan hanya harapan Namjun dan Yunki tapi, semua memeber juga mengharapkan hal yang sama.
Seorang Office boy, keluar dari salah satu ruangan. Tatapannya dan Yunki beradu
Buat si pucat memerhatikan sekilas namun tak ada yang mencurigakan darinya. Lalu Yunki memilih berjalan kembali mencari ruangan yang mereka tuju.
Namjun yang berjakan di belakang Yunki menggerakkan tangannya membuat langkah pria itu terhenti. "Maaf apa kau tau di mana ruang siaran?" .
"Ah, kalian mencari ruang siar?" tanyanya buat Namjun mengangguk.
"Ada di ujung sana kalian bisa melihatnya ruang siar ada di sebelah kiri," jawab pria dengan luka robek kecil di pelipis kiri mata.
"Terima kasih." ucap Namjun seraya membungkuk sekilas berterima kasih.
Pria itu menatap dengan heran. Karena Namjun dan Yunki yang mengenakan pakaian formal hari itu. Sesuai dengan konsep album mereka tentu saja. "Apa, kalian artis?" tanya sang office boy.
Namjun hanya tersenyum, menepuk bahu pria itu, "Terima kasih." Kemudian segera berlari menuju ruang siar.
Yunki berdiri terpaku saat Namjun bertanya. Kemudian keduanya berlari menuju ruang siaran. Seharusnya jaraknya dekat tapi mengapa terasa sangat jauh? Yunki sampai lebih dulu di sana segera membuka pintu.
Dan ...
.
.
.
.
.
.
***
Sementara itu di ruang jumpa fans. Kali ini lampu mati cukup lama. Membuat semua yang berada di ruangan akhirnya menyalakan ponsel. Tak semua sebagian orang saja hingga ruangan tak terlalu gelao.
Clap!
Saat lampu dinyalakan di sana sudah tidak ada Yunki dan Namjun. Tentu saja itu membuat semua member heran. Ke empat orang itu memerhatikan sekeliling lalu saling tatap satu sama lain. Khawatir, panik dan bingung menyerang seketika.
"Apa mereka juga di culik?" tanya Jimmy takut.
"Tidak tidak mungkin," jawwb Seojin mencoba tenang meski sejujurnya ia sama takutnya.
Sesaat member BTL terdiam mereka panik karena tidak menemukan kedua member yang lain. Sementara L-ME yang ada di sana mulai bertanya-tanya keberadaan sang rapper dan leader BTL itu.
Tae coba membaca keadaan jika terus seperti ini acara mereka jelas akan kacau. Ia mengambil mic yang terletak di atas mejanya.
"Hai L-ME!!" sapanya.
Sontak seluruh penggemar atas nama L-ME yang berada di sana bersorak saat si senyum kotak itu menyapa mereka.
"Ah Yunki Hyung dan Namjun Hyung mereka akan segera kembali. Bagaimana jika sambil mengisi waktu ayo kita bernyanyi bersama!" Ujar Tae lagi. Ia lalu menatap Heosok, Jimmy dan Seojin. Ia meminta agar mereka bisa mengendalikan kepanikkan mereka dan mengendalikan situasi. Acara ini tak boleh kacau dan berantakkan. Bukan cuma untuk para penggemar tapi juga untuk Jeon-gu. Seolah mengerti dengan tujuan dari Tae ketiga orang itu mengangguk setuju.
Tae segera memulai. Menyanyikan salah satu lagu lama mereka. Kisah tentang cinta yang tak akan pernah berakhir. Itu juga yang ia harapkan bahwa cintabdari para penggemar tak akan habis untuk ketujuh member itu.
"L-ME ayo angkat tangan kalian, kita bernyanyi ebrsama!" teriak Jimmy dan Heosok membuat seluruh L-ME di ruangan mengangkat tangan mereka dan mulai bernyanyi bersama.
Kini Seojin yang berjalan ke depan panggung lalu melanjutkan bagiannya ia berjalan mendekati tae dan merangkulnya.
"Tell me why." Jimmy melanjutkan bagiannya sambil mengikuti berjalan ke depan panggung ia berhadapan sangat dekat dengan LME terdengar teriakan para fans setia BTL begitu bahagia karena bisa berhadapan dekat dengan orang yang mereka kagumi.
Mereka menyanyikan bagian jeongu dengan emosional. LME berteriak mereka begitu kagum karena para member bernyanyi begitu emosional dan menghayati. Mereka tak tau bahwa saat ini keempat member sedang begitu emosional atas masalah yang tengah mereka alami. Kini Heosok menyanyikan bagian Namjun sekaligus bagiannya. Ia melambaikan tangannya. Seluruh penggemar di ruangan itu melambaikan tangannya mengikuti dan menyanyikan lagu itu bersama. Tae dan Jimmy benar-benar mencoba menahan perasaan mereka. Sesekali keduanya hela napas agar tak menangis.
Sejujurnya mereka merasa bersalah karena menyembunyikan keberadaan Jeon-gu ini dari L-ME. Tapi, mereka yakin jika para penggemar akan mengerti apa yang mereka lakukan jika mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Jimmu kembali menatap L-ME yang saat ini tersenyum dan kembali bernyanyi bersamanya seolah mendapat kekuatan.
Jeon-gu ah, kau pasti merindukan L-ME kan? Aku harap kami akan segera menemukanmu.
***
Yunki membuka pintu yang tak terkunci. Matanya terbelalak ia dan Namjun memekik tertahan melihat Seorang pria tergeletak di sana dari bagian kepalanya terlihat darah mengalir membuat keduanya mundur selangkah. Kedua orang itu bertatapan, lalu mereka mendekati pria yang tergeletak melihat seragam yang di kenakan pria itu bisa di pastikan itu adalah petugas jaga di sana. Namjun berjalan mendekati mencoba mendekati pria paruh baya yang tergeletak hendak mengecek denyut nadi pria itu.
"Jangan mendekat bagaimana kalau dia tewas?" Yunki menahan langkah sang leader. "Bagaimana ini?" tanya Yunki takut.
"Dia masih hidup Hyung." Ujar Namjun melihat gerakan perut dari korban.
Namjun menggeleng hanya bisa menatap Yunki. Kemudian ia tersadar akan sesuatu. Ia berdiri kemudian mencari sesuatu di sana. Ia melihat sebuah flashdisk. Sebuah FD yang sama dengan yang pertama kali mereka temukan saat Yunki di culik.
Ia mengambil syal yang terikat di tubuhnya. Kemudian mengambil FD dari laptop menggunakan syal itu. Ia berharap masih ada sidik jari penculik di sana. Kemudian memasukkan FD ke dalam saku celana.
***
Namjun dan Yunki saat ini berada di salah satu ruangan bersama salah seorang polisi. Kepala kepolisian Seoul Tuan Jiwook. Ia menatap kedua orang yang nampak gelisah di hadapannya. Tentu saja mereka ditangkap karena tertangkap kamera cctv beralri menuju ruang siar. Hanya saja, cctv di dalam ruang siar rusak dan tak bisa merekam apa tang sebenarnya terjadi.
"Apa yang sebenarnya kalian lakukan di sana?" tanyanya menatao keduanya dengan curiga.
"Kami ... hanya mencari flashdisk, yang berisi rekaman teman kami." jawab Yunki jujur meski dalam pikirannya ia tak akan memberikan alasannya.
Jiwook menatap keduanya bergantian. Ia merasa jika ada sesuatu yang di sembunyikan. Tentu saja ia memiliki kemampuan untuk itu. Jelas, ada hal lain yang harus ia cari tau.
"Aku akan memberikan kalian kesempatan. Jujurlah, dan aku akan menutupi apa yang kalian lakukan. Atau, teruslah menutupi hal yang kalian sembunyikan dan kalian akan menjadi berita terbesar di Seoul besok," ancam Jiwook sambil menatap serius.
Kedua memberikan BTL itu saling bertatapan. Mereka tidak mungkin menghancurkan karir saat ini dan itu juga berarti merusak karir member yang lain.
***
Setelah pemeriksaan Namjun dan Yunki berjalan lemas memasuki dorm. Di dalam member lain menunggu dengan cemas di ruang tengah. Saat ointu terbuka semua menatap ke arah pintu. Namjun dan Yunki berjalan dengan lesu. Mereka duduk di sofa sambil terdiam.
Seojin mengambil sesuatu di lemari pendingin. Dan berjalan kembali ke ruang tengah. Dan memberikan tahu kepada kedua orang yang baru saja tiba itu. Seolah keduanya baru saja keluar dari penjara. Member lain jelas tak akan banyak bertanya katena tau mereka punya alasan mengapa tiba-tiba menghilang dan tentang penyelidikan tadi.
Yunki menatap Seojin heran. "Kami tidak masuk penjara hyeong,"
"Kalian telah berurusan dengan polisi, makanlah untung membuang sial." ucap Seojin khawatir.
Yunki menatap Namjun seolah mencari apa jawaban apakah mereka harus memakan tahu itu? Akhirnya keduanya saling mengangguk kemudian memakan tahu pemberian Seojin.
"Hyeong, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Tae penasaran.
"Iya, kemana kalian saat itu?" tanya Jimmy tidak kalah penasarannya.
"Kami mencari ruang siaran. Karena video itu pasti di putar di sana." jawab Namjun mulai buka suara seraya mengunyah tahu pemberian Seojin.
"Kalian berpikir jika kemungkinan penculik juga ada di sana?" tanya Heosok dijawab oleh anggukan keduanya.
"Lalu? Korban itu?" tanya Heosok lagi.
"Ia selamat hanya harus melakukan perawatan." jawab Yunki.
"Apa penculik itu memberikan clue lagi?" tanya Tae.
Keduanya kemudian menggeleng.
"Ini akan semakin lama,. Bahkan tak ada clue apapun," keluh Seojin.
***
.
.
.
.
.
.
Note:
Anyeong, gimana ceritanya makin greget atau biasa aja?
,makasih banget sama yang Sudi baca cerita ini.
Terima kasih ^^