Dirga mengangguk saat dia menanyakan padanya tentang siapa pria yang di maksud. "Iya, dia sepupuku. Alan" jawab Dirga singkat. "Benarkan?" sambung Dirga lagi. Sambil memperlihatkan wajah selidiknya menunggu jawaban dari wanita itu. "Aku mulai jatuh cinta padanya malam itu, mungkin terlalu cepat. Tapi dia lelaki pertama yang melakukan itu padaku. Benihnya ada dalam diriku dan dia tumbuh di rahimku. Aku tidak sendirian lagi setelah orang tuaku pergi" jawabnya sedih. Dirga merasakan itu, namun kemudian dia begitu terlena dengan keadaan itu. "Lalu Ren, mengapa kau ingin menyakiti Rose?" Dia menatap Dirga dengan tatapan yang hampa, ada kesedihan dan kemarahan di sana. Menarik nafasnya perlahan, memperhatikan sekitarnya dengan perlahan. Rumahnya yang tak terawat, walau dia masih terlihat se

