“Kenapa kamu murung?” tanya Dimas kepada Anggun yang duduk tanpa alas menghadap ke luar jendela. Dari jendela kamar, memang terlihat pemandangan yang indah. Anggun diam tidak menjawab. “Hei, aku bertanya kepadamu ... Kenapa diam saja?” Dimas bersuara lagi. Anggun tidak bergeming sedikit pun. Membuat Dimas merasa kesal. “Hufh dasar ... tuli,” gerutunya lirih sambil memalingkan muka. “Hei, hei ... Aku mendengarnya loh. Kamu tadi bilang apa sama aku? Tuli? Kamu yang congek!” sungut Anggun kesal. Dimas ikut duduk di atas lantai tanpa alas. “Enak saja kamu ngatain aku congek. Kamu kali ... Dari tadi aku panggil tidak menyahut.” “Aku sedang dilanda kegalauan,” jawab Anggun lirih. Kening Dimas berkerut. “Tidak biasanya kamu kaya begini. Biasanya kan hidup mu itu seolah tanpa beban. Lalu ke
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


