“Intinya, dari pada aku yang tersingkir. Lebih baik Daniel yang tersisih,” kata Dimas dengan wajah datarnya. “Jalinan persaudaraan mu dengan Daniel lebih rumit,” kata Anggun lirih. “Aku juga tidak menyangka jika Daniel nyatanya orang yang seperti itu.” “Kamu masih mengidolakannya? Sebagai atasan yang sempurna?” tanya Dimas sembari tersenyum sinis. Anggun tidak menjawab. Ia justru memalingkan muka dan mengalihkan pembicaraan. “Ngomong-ngomong kolam ini dalam juga ya.” “Sebetulnya enggak dalam kalau kamu masih berenang di pinggir. Tapi kalau ke tengah ya kalau engga bisa berenang pasti akan tenggelam,” jawab Dimas sembari memandang apa yang dilihat Anggun. Anggun menatap tengah kolam. “Apa Indah juga sangat suka tempat ini?” tanyanya tiba-tiba ingin tahu. “Aku rasa dia menyukai air terj

