“Aku tidak pernah menganggapmu adik.” Kata-kata yang keluar dari mulut Daniel itu masih melukai hatinya hingga saat ini. Karena Dimas pikir keberadaanya di rumah ayahnya, Niko Handoko telah diterima oleh semua orang. Termasuk Natasha Handoko dan juga Daniel. Namun nyatanya pengakuan sebagai keluarga hanya sebagai penghias saja. Mereka sama sekali tidak menganggap Dimas sebagai salah satu keluarga yang memiliki nama belakang Handoko. “Hei!” Suara Anggun yang memanggil membuyarkan lamunan Dimas. Anggun yang sudah berada di balik rimbunnya dedaunan tanaman pakis yang panjang dan besar menyembulkan sedikit kepalanya. Memeriksa ke arah luar karena Dimas tidak kunjung menyusulnya. “Dimas, hei kamu sedang melamun apa?!” tegurnya. “Kenapa tidak ke sini?” Dimas berjalan malas menyusul. Kenin

