Belum juga Dimas mengurai jawaban yang diberikan oleh Anggun atas apa yang terjadi. Ponselnya pun ikut berdering. Tangan kanannya segera mengambil ponselnya yang bergetar di dalam saku celana jeans. Ketika netranya melihat nama si penelepon di layar ponsel, ia langsung terkesiap. “Siapa yang meneleponmu?” Kini Anggun yang penasaran saat melihat ekspresi wajah Dimas yang berubah drastis. “Ayahku ...,” jawab Dimas sembari mengusap layar ponsel, lalu mengarahkannya di depan daun telinganya. “Halo? Ada apa Yah?” “Ada apa?! Harusnya ayah yang bertanya padamu!” Suara bariton terdengar kencang membentak. Hingga Dimas segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Kening Anggun berkerut. Ia memandangi Dimas. Sepertinya ada masalah serius yang membuat ayah Dimas marah, pikirnya. “Bertanya apa, ayah

