Dimas segera berdiri. Ia tidak akan membiarkan Daniel menjebak Anggun. Suara gerakan kursi tergeser ke belakang terdengar memekikan telinga. Anggun menoleh ke samping. “Kamu mau ke mana?” “Aku mau ke dapur,” jawab Dimas sembari menyusul Daniel. Anggun mengamati pergerakan tubuh Dimas yang kini menjauhi ruang makan. “Kenapa dia? Apa ingin dibuatkan teh herbal juga?” “Gimana malam mu, nyenyak?” tanya Rose sembari menyesap s**u murni di gelasnya. “Hm ... Nyenyak,” jawab Anggun. “Bahkan aku tidak tahu apa yang terjadi hingga pagi. Udara di sini menyegarkan.” “Hm ... Mami juga begitu. Mami malah tidak ingat kejadian satu pun setelah berbincang denganmu di ruang keluarga.” Anggun menatap Rose lekat. “Apa Mami baik-baik saja?” tanyanya dengan kedua alis mengerenyit. “Mami ... Merasa b

