Malam itu setelah seharian Ibram mengurung diri di dalam ruang kerjanya membiarkan dirinya diselimuti dengan sesal yang menyesakkan d**a, kini mobil yang ia kendarai menembus lebatnya hujan menuju kembali pulang ke rumah mungkin untuk beberapa waktu sebelum kata terakhir kalinya Laki-laki itu bahkan tidak menunggu salah satu asisten rumah tangganya menyusulnya ke carport sambil membawa payung, Ibram sengaja menembus hujan yang turun dengan begitu deras, berjalan gontai melewati halaman dan teras rumahnya membuat sekujur tubuhnya dibasahi air hujan. "Ibram kamu apa-apaan sih? kok kamu ujan-ujanan begitu nanti kamu bisa sakit, Nak," kata Bu Rahmi yang memang dari tadi sengaja menunggu Sang putra saat melihat Putra tunggalnya itu memasuki rumah dalam keadaan basah kuyup, wajah yang terlih

