"Mas ini kopinya," ucap Jihan dengan begitu lembut sambil menaruh secangkir kopi yang masih mengepulkan asap dan menguarkan aroma nikmat di atas meja, Ibram yang mendengarnya hanya sekilas melirik kopi yang Jihan buatkan lalu kembali melepaskan pandangan ke halaman luas belakang rumahnya. "Mas Ibram kenapa? belakangan ini aku lihat Mas Ibram sering murung," tanya Jihan, wanita itu lalu duduk di kursi teras belakang tepat di sebelah sang suami, Ibram langsung menghela nafas berat mendengar apa yang istrinya tanyakan. "Aku tuh pusing banget, semuanya nggak berjalan sesuai rencana. kami mengeluarkan banyak modal untuk produksi barang-barang baru tapi ternyata nilai penjualannya nggak seperti yang Kami harapkan, kami mengalami banyak kerugian. ditambah lagi Pak Attar sudah menagih hutang m

