"Bagaimana ini Pak, pemerintah dan masyarakat desa menuntut pertanggungjawaban kita, mereka mendesak agar secepatnya kita bertanggung jawab atas kejadian ini. aku udah memohon pengertian mereka dan meminta waktu tapi ini menyangkut dengan kehidupan masyarakat banyak Pak, mereka kehilangan rumah, kehilangan harta benda, kehilangan pekerjaan bahkan ada yang kehilangan anggota keluarga mereka," kata Ibram dengan suara bergetar pada sang ayah yang baru datang ke kantor saat menjelang sore hari, kedua laki-laki berbeda usia itu duduk bersebelahan di sofa yang ada di ruangan Pak Hadi menatap langit yang nyaris menghitam karena mendung yang bergelayut dari jendela yang terbuka. "Bapak udah menemui Niswa tadi, Bapak Udah memohon belas kasihan agar dia mau membantu kita," kata Pak Hadi juga denga

