Beberapa hari ini dilalui Arsen dan Mio dengan tenang. Mereka masih melakukan aktivitas mereka seperti biasa selayaknya saudara pada—tidak—umumnya. Mio yang menjadi semakin kikuk dengan sang kakak yang semakin agresif menggodanya. Seperti saat ini .... "Kak, j-jangan ganggu Mio, dong! Mio lagi nontoooon," rengek Mio sebal. Ia tak senang saat acara menonton kartunnya diganggu oleh Arsen. "Kakak nggak ganggu kamu, tuh!" elak Arsen sambil mengitari leher Mio dengan hidungnya. Menghirup dalam-dalam wangi tubuh Mio yang merasuk ke dalam paru-parunya. Mau tak mau Mio mengalah, membiarkan kakaknya menciumi leher dan pipinya sepuasnya. Toh, dari tadi ia telah mengomeli tingkah Arsen sekarang. Tapi, tetap saja tak didengar. Untung Mio sabar. "Aw! Jangan digigit, perih!" Mio memekik kaget saat

