Delapan Belas

1978 Kata

Mio menatap ponselnya dengan sembunyi-sembunyi. Ia takut kalau Arsen tahu dia menggunakan ponselnya selain dengan Arsen, pasti kakaknya itu akan marah. Mengingat betapa kerasnya wanti-wanti yang lebih tua berikan pada sang adik membuatnya bergidik. Yang muda membaca pesan itu lamat-lamat. Nomor tidak dikenal ini beberapa lama telah memberinya pesan tak jelas. Awalnya Mio mencoba mengabaikannya, dikira itu hanya pesan iseng. Tapi, mengingat betapa seringnya pesan itu masuk meskipun telah diberi tahu bahwa orang tersebut salah kirim, akhirnya membuat Mio penasaran juga. Setiap kali ditanya siapa, ada apa, bahkan untuk apa, pesan itu tak pernah membalasnya dengan nyambung. Kata-katanya selalu sama; Dateng ke taman sekolah dan kamu bakal tau rahasianya. Cukup membuat penasaran siapa pun ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN