Mio merapatkan tubuhnya dengan tubuh Arsen dalam temaramnya lampu kamar. Terasa Arsen langsung mempererat pelukan mereka dengan mata terpejamnya. Sejujurnya, jika dari sudut pandang Mio sendiri adalah dirinya tengah merasa dilema. Tentu saja dilema, ia harus memilih antara keluarga aslinya atau tetap bersama Arsen. Kalau bisa memilih, ia ingin bersama keduanya. Tapi, Mio sadar ... setelah kejadian kemarin, kakaknya dan Bagas pasti tak akan bisa menerima hal itu. Kalaupun Mio meninggalkan Arsen-ah, tidak. Dirinya menggeleng pelan. Ia mengingat kejadian kemarin. Baru ditinggal ke dapur saja Arsen sudah kelimpungan setengah mati, pun betapa buruknya penampilan Arsen di pagi hari tadi. Arsen tak memiliki siapa-siapa lagi 'kan? Arsen hanya punya Mio dan ia juga telah mencurahkan segalanya ke

