Akhtar masih menunjukkan kekecewaannya pada Nala, dari yang menolak semua yang Nala siapkan dan kembali dingin pada Nala, sungguh egonya juga tersentil dan ia kesal. Di lain sisi ia juga marah dengan keadaan Nala yang sekarang kenapa harus sekarang calon anaknya hadir di antara mereka bukankah Tiara dulu sudah cukup? Namun tidak Tuhan maha pemurah maka rejeki untuk Nala dan Akhtar lebih cepat datangnya. Rasa takut masih menyelimuti Akhtar tentang kehilangan Rahayu, Akhtar kembali mengalami ketakutan yang mendalam, takut saat Nala melahirkan dan bila saja Nala yang lebih dulu meninggalkannya Akhtar benar-benar akan hancur. Ia tak siap kehilangan lagi, sungguh. Selebihnya Akhtar juga merasa senang sekaligus kesal, kenapa harus dia yang menjadi pihak yang paling Akhir yang tahu bila istriny

