Nala dan Razita sudah janjian diam-diam akan pergi ke rumah sakit guna untuk memeriksakan kebenaran tentang kehamilan Nala yang beberapa hari lalu Nala tes hanya dengan alat penguji kehamilan. Ini adalah pengalaman pertama Nala dan rasanya bahagia menyelimuti. Dari sekian hal yang Nala harapkan ia tak pernah membayangkan akan mendapat hadiah Tuhan secepat ini di umur pernikahannya baru saja berjalan sekitar tiga bulan, rejeki anak sholehah memang tak akan kemana. Nala merasa gugup, tangannya meremas ujung selimut yang menutupi badannya, karena umur kandungan Nala masih sangat muda maka pemeriksaan janin melewati dengan cara transvaginal sebuah alat yang akan masuk pada inti Nala, gugup dan takut serta rasa tak sabar mendomisi Nala. Janin yang di kandung Nala saat ini sungguh akan menjadi

