Di sinilah Raka. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya ia sampai ke rumah Ara yang dulu pernah ia kunjungi sekali. Tidak ada yang berubah, semuanya tetap sama. Bangunan sederhana namun nyaman ditinggali. Halaman luas berumput yang masih terawat. Udara di desa benar benar menyejukkan. Raka seolah lupa bagaimana menghirup udara segar. Setiap hari yang ia hirup hanyalah polusi udara saja. Saat masuk, bersamaan dengan mertuanya yang keluar dengan topi caping yang sudah dipakainya. Dan istrinya yang terlihat baik baik saja tanpa Raka di sampingnya. Cukup tidak adil karena hanya Raka yang berantakan dan tidak terurus di sini. Mertuanya tampak terkejut dengan kehadiran Raka. Sudah bisa dipastikan kalau Ara tidak cerita apa apa mengenai dirinya yang datang kepada bapaknya. Is

