31 - Ancaman

1471 Kata

Raka tersenyum senang karena Ara akhirnya mau menerima telepon darinya. Buru buru Raka memutar otak bagaimana caranya agar Ara mau memberitahukan lokasinya kepada Raka. Sampai sebuah ide kotor terlintas. Jika Ara tidak bisa ia tanyai baik baik, ia akan melakukan caranya agar Ara mau menurut lagi. Raka mengirim video Ara saat melayaninya. Pria itu tersenyum puas. Karena setelah video itu terkirim dan Ara melihatnya, tanpa menunggu lama, Ara menelepon Raka. “Halo, Halo Kak Raka!” Suara Ara terdengar sangat ketakutan. “Halo, Ra. Ada apa sayang, hm? Tadi telepon aku kamu putus secara sepihak. Sekarang kamu telepon aku? Kenapa?” “Kak! Hapus, Kak! Aku mohon hapus! Kak Raka kenapa simpen video aku?!” tanya Ara. Suaranya bergetar menahan tangis. “Awalnya karena aku pengen koleksi buat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN