21 - Curiga II

1331 Kata

Ara menahan dirinya agar tidak terlihat shock dan membuat ibu mertuanya curiga. Cukup sudah, Ara tidak mau membuat Diah terlibat. Hal ini adalah masalah keluarganya, dan sudah sepatutnya kalau Ara menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan Diah. Raka berbohong, kini kebohongannya terbukti dengan sendirinya tanpa harus Ara berusaha untuk mencari tahu terlebih dahulu. Apa selama ini Raka memang mudah berbohong pada Ara? Dan rasa curiga itu membuat Ara berpikir yang tidak tidak tentang Raka. Pikirannya dipenuhi dengan kemungkinan kemungkinan bodoh. “Ara,” panggil Diah. Ara masih bengong. Ia menatap kosong meja yang sedang ia ketuk menggunakan jari telunjuknya pelan. Ara berpikir keras. “Ara,” sekali lagi Diah memanggil dengan menepuk pundak menantunya. “Umm? I- iya, Ma?” tanya Ara gag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN